

SD Hj Isriati Baiturrahman 1 menjadi tempat mentoring BCKS pada 10, 12, 13, dan 14 November 2025, diikuti enam calon kepala sekolah dan dibimbing langsung oleh Dr. Sri Lestari, M.Pd. Kegiatan ini diharapkan membentuk calon kepala sekolah yang berintegritas dan siap membawa perubahan positif.
Program Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) merupakan langkah strategis yang disiapkan pemerintah untuk melahirkan calon pemimpin pendidikan yang kompeten, visioner, dan memiliki karakter kuat. Melalui BCKS, para peserta dibekali wawasan mendalam mengenai pengelolaan sekolah, kepemimpinan dalam proses pembelajaran, serta keterampilan mengatur berbagai sumber daya secara optimal. Di Kota Semarang, penyelenggaraan BCKS menjadi bagian penting dalam memastikan sekolah-sekolah negeri memiliki calon kepala sekolah yang mampu menghadapi perkembangan zaman, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mendorong kemajuan seluruh komunitas sekolah. Program ini terbukti memberikan banyak manfaat, mulai dari meningkatnya kemampuan profesional para peserta hingga terbangunnya jaringan kerja dan kolaborasi yang erat antarsatuan pendidikan.
Pada bulan November 2025, SD Hj Isriati Baiturrahman 1 mendapat kepercayaan sebagai sekolah tempat penyelenggaraan mentoring BCKS bagi enam calon kepala sekolah SD Negeri di Kota Semarang. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, yaitu pada 10, 12, 13, dan 14 November 2025, dan dihadiri oleh para peserta: Evy Diyah Rachmawati (SDN Karangkidul), Feptiana Aknes Pangastuti (SDN Nongkosawit 01), Fitriati Utami (SDN Tambakaji 02), Hariani (SDN Pedurungan), Ika Wuryanti (SDN Lamper Kidul), serta Inung Dwi Utami (SDN Dadapsari). Selama proses mentoring, para peserta berkesempatan mendapatkan pembinaan langsung dari Kepala SD Hj Isriati 1, Dr. Sri Lestari, M.Pd., yang dikenal sebagai pemimpin sekolah berprestasi dan inspiratif.
Materi pembelajaran yang diberikan pun sangat komprehensif. Pada hari pertama, peserta mendalami Kompetensi Kepribadian dan Kewirausahaan Kepala Sekolah, yang menekankan pentingnya integritas, keteladanan, serta inovasi dalam memimpin sekolah. Hari berikutnya membahas Perencanaan Berbasis Data, Pengelolaan PTK, dan Peserta Didik, yang menjadi landasan penting dalam pengambilan keputusan yang tepat dan terukur. Selanjutnya, peserta dibekali pengetahuan mengenai Tata Kelola Keuangan dan Sarpras, agar mampu membangun sekolah yang tertib administrasi, transparan, dan akuntabel. Pada hari terakhir, kegiatan diisi dengan praktik lapangan melalui Pembiasaan Pagi, Supervisi, dan Pembelajaran di Kelas, memberi pengalaman langsung tentang bagaimana budaya sekolah dan kualitas pembelajaran dijaga secara konsisten.
Melalui kegiatan mentoring ini, diharapkan seluruh peserta calon kepala sekolah mampu tumbuh menjadi pemimpin yang berintegritas, bijaksana, dan mampu membawa perubahan positif bagi sekolah masing-masing. Semoga ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang didapat selama empat hari pendampingan ini menjadi bekal berharga ketika mereka nantinya mengemban amanah sebagai kepala sekolah. Dengan doa yang tulus, semoga para calon kepala sekolah tersebut dimudahkan langkahnya, dikuatkan tanggung jawabnya, dan diberi keberkahan dalam setiap keputusan yang diambil demi masa depan pendidikan yang lebih cerah bagi anak-anak Kota Semarang.




0 Comments