




Pada tanggal 24 Juni 2025, SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 menggelar sebuah pelatihan coding yang bekerja sama dengan Marshall Cavendish Education dari Singapura. Kegiatan ini menghadirkan Ibu Siew Peng sebagai narasumber untuk mengenalkan konsep dasar komputer dan pemrograman kepada guru melalui aplikasi Ubbu. Ubbu adalah sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk pembelajaran coding secara menyenangkan dan interaktif. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari TK Hj. Isriati Baiturrahman 1 & 2, SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 & 2, SMP Hj. Isriati Baiturrahman, dan SMK Islamic Center.
Sesi pelatihan dimulai dengan guru mengakses aplikasi Ubbu melalui laman resmi dan memilih pelajaran pertama yang berisi kombinasi video pengantar, latihan digital, serta kuis. Untuk membangun rasa ingin tahu peserta, Ibu Siew Peng mengawali dengan dua pertanyaan pemantik: “Apa itu komputer?” dan “Apa itu pemrograman?” Setelah menonton video edukatif, narasumber memberikan penjelasan yang sederhana agar peserta lebih mudah memahami konsep tersebut..
Suasana semakin hidup saat sesi diskusi tanya jawab berlangsung. Beberapa guru mengajukan pertanyaan seputar penerapan Ubbu di lingkungan sekolah. Ibu Titis, misalnya, menanyakan tentang kecocokan Ubbu untuk siswa berkebutuhan khusus seperti ADHD, gangguan penglihatan, dan pelajar dengan proses belajar yang lebih lambat. Ibu Siew Peng menjelaskan bahwa Ubbu cukup fleksibel dan bisa disesuaikan dengan pendekatan individual. Siswa dengan ADHD, misalnya, lebih efektif belajar dengan metode aktif seperti latihan langsung. Sementara bagi siswa dengan penglihatan rendah, guru perlu memastikan visual diperbesar dan kontras jelas. Untuk pelajar lambat belajar, dukungan tambahan dan pengelompokan teman sebaya bisa sangat membantu.
Pertanyaan lainnya datang dari Mr. Zazin, yang menanyakan apakah Ubbu dapat diakses lewat ponsel pintar. Dijelaskan bahwa meskipun bisa, Ubbu lebih ideal digunakan di laptop atau komputer untuk siswa kelas 4 ke atas karena perangkat seluler kadang menyulitkan navigasi.
Bapak Amir menanyakan tentang kegiatan pengayaan dan remedial dalam aplikasi. Jawabannya, Ubbu menyediakan bagian “Tantangan dan Proyek” yang dirancang untuk membantu siswa memperdalam atau memperbaiki pemahaman. Sementara itu, Ibu Muthia ingin mengetahui cara mengekspor data hasil belajar siswa. Hal ini bisa dilakukan dengan mudah melalui menu kelas atau profil, dan hasil akan terunduh dalam bentuk file Excel yang bisa dibuka menggunakan aplikasi spreadsheet.
Lebih dari sekadar coding teknis, pelatihan ini juga menekankan pentingnya pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah. Ibu Siew Peng menjelaskan bahwa PBM memungkinkan siswa mengembangkan pemikiran kritis, kreativitas, dan kepedulian terhadap isu nyata di sekitar mereka. Misalnya, dalam proyek bertema polusi plastik, siswa diajak merancang robot fiktif pembersih sampah menggunakan Ubbu. Mereka tak hanya mengkode robot tersebut, tetapi juga menjelaskan fungsinya dan kontribusinya dalam memecahkan masalah lingkungan.
Topik lain yang diangkat adalah perundungan. Dalam proyek ini, siswa dapat membuat chatbot anti-bullying menggunakan Scratch. Chatbot tersebut dirancang untuk memberikan respon positif, saran, dan dukungan kepada siswa lain yang mengalami perundungan. Kegiatan semacam ini tidak hanya melatih keterampilan teknis seperti logika dan interaksi pengguna, tetapi juga membentuk karakter siswa agar menjadi lebih empatik dan solutif.
Pelatihan coding ini juga membuka peluang integrasi lintas pelajaran. Dalam pelajaran seni, siswa dapat membuat prototipe desain. Dalam pelajaran Bahasa Inggris dan Sains, mereka bisa membuat laporan proyek, melakukan investigasi, atau mewawancarai narasumber. Dengan begitu, coding tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi alat pembelajaran menyeluruh yang mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan secara kreatif dan kolaboratif.
Melalui pelatihan ini, SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan generasi pembelajar yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, bekerja sama, dan menciptakan solusi untuk dunia yang lebih baik.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Koh Siew Peng, Bapak Tri, dan tim Marshall Cavendish Education yang telah berbagi ilmu dan pelatihan yang sangat berharga kepada kami. Semoga sinergi ini dapat terus terjalin di masa mendatang demi kemajuan dan kesuksesan anak didik kami, Aamiin.



0 Comments