




Pagi itu, Jumat 3 Oktober 2025, suasana di Hall SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang dipenuhi semangat para siaga yang bersiap mengikuti kegiatan Perkemahan Jum’at-Sabtu (Perjusa) Berakhlak di Miniatur Kampung Surga, Kabupaten Semarang. Kegiatan dimulai dengan briefing keberangkatan pukul 09.00 WIB. Setelah semua perlengkapan siap, para peserta berangkat menggunakan bus, menempuh perjalanan sekitar 45 menit menuju lokasi perkemahan.
Sesampainya di lokasi, peserta langsung menata barang di area perkemahan. Tak berselang lama, para peserta laki-laki bersiap melaksanakan salat Jumat berjamaah. Dalam khutbahnya, Kak Ahmad Syaiku menyampaikan pesan penting tentang syukur. “Mari kita bersyukur dan melaksanakan perintah Allah di tempat yang penuh berkah ini. Jangan sampai kita menjadi seperti Fir’aun, yang sombong dan tidak mensyukuri nikmat hingga mengaku sebagai tuhan,” ujarnya dengan penuh ketegasan namun lembut menyejukkan.
Usai salat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan upacara pembukaan Perjusa Berakhlak 2025. Ananda Rayka Athaya Al Khalifi bertindak sebagai pemimpin upacara, didampingi Kak Amir Yusuf, M.Pd. sebagai pembina. Dalam sambutannya, beliau mewakili Kak Bunyamin selaku Kepala Bidang Pendidikan Yayasan menyampaikan bahwa Pramuka adalah kegiatan luar biasa yang sejalan dengan pendidikan. “Di dalamnya ada pelajaran tentang disiplin dan taqwa,” ujarnya. Upacara dibuka secara simbolis dengan pelepasan burung bersama Kamabigus Dr. Sri Lestari, M.Pd.
Kegiatan sore hari diisi dengan permainan bola besar dan jelajah alam. Peserta dibagi menjadi kelompok yang menyusuri empat pos utama yakni semapore, keagamaan, pioneering, Crawling Puzzle Rainbow Slide, dan PBB. Antusiasme para siaga tampak dari semangat mereka menyelesaikan tiap tantangan dengan kekompakan dan keceriaan.
Menjelang malam, setelah ishoma, peserta berkumpul mengikuti ma’idhoh hasanah yang disampaikan oleh Kak Abdul Ghofur, M.S.I. Ia menekankan pentingnya bersyukur dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. “Akhlak adalah cerminan hubungan kita kepada Allah dan sesama manusia. Rasul diutus untuk menyempurnakan akhlak. Mari biasakan akhlak karimah, seperti menjaga salat lima waktu dan disiplin,” pesannya menutup tausiyah malam itu.




Malam pun semakin larut, namun semangat peserta tak padam. Setelah salat Isya, para siaga bersiap mengikuti acara api unggun dan pentas seni. Api unggun dinyalakan secara simbolis oleh sepuluh siaga pembawa obor, diiringi pembacaan Dasa Darma Pramuka. Upacara api unggun dipimpin oleh Ananda Rayka Athaya Al Khalifi, dengan pembina upacara Kamabigus Dr. Sri Lestari. Pentas seni menjadi momen paling menghibur dan berkesan. Tiap kelas menampilkan seni tari, drama, dan sesorah dengan penuh kreativitas.
Keesokan harinya, para siaga bangun pukul 03.00 untuk melaksanakan qiyamul lail. Mereka melaksanakan salat tahajud, tasbih, dan dzikir, dilanjutkan kultum subuh yang kembali diisi oleh Kak Ahmad Syaiku. Ia menyampaikan bahwa menuntut ilmu akan meninggikan derajat, dan pentingnya menghormati guru dalam proses belajar.
Pagi itu dilanjutkan dengan senam bersama dan permainan air yang penuh keceriaan. Setelahnya, peserta berkumpul untuk mengikuti upacara penutupan. Pengumuman juara dari tiap pos jelajah alam menjadi momen yang dinantikan. Senyum dan tawa mewarnai wajah-wajah kecil yang telah menyelesaikan Perjusa Berakhlak.
Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para siaga SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang. Tidak hanya belajar tentang kebersamaan, disiplin, dan keberanian, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak mulia sebagai bekal dalam perjalanan mereka menuju jenjang pendidikan berikutnya.





0 Comments