
Sebanyak 250 siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 mengikuti kegiatan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) dengan tema “ Membentuk Karakter, Meningkatkan Iman” pada 13–14 Maret 2026. Kegiatan menginap di sekolah ini menjadi rangkaian penutup Pesantren Ramadhan yang menghadirkan berbagai aktivitas keagamaan. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin meningkatkan iman dan takwa, meneladani akhlak Nabi Muhammad, serta tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama.
Sobat Isbavers, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan pada pembukaan Pesantren Ramadhan, sekitar 250 siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 mengikuti kegiatan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) yang diselenggarakan oleh SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 selama satu hari satu malam pada Jumat–Sabtu, 13–14 Maret 2026. Dalam kegiatan ini para siswa menginap di sekolah untuk merasakan suasana pembinaan rohani yang menyerupai kehidupan di pondok pesantren.
MABIT tahun ini merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya di sekolah sekaligus menjadi rangkaian penutup dari kegiatan Pesantren Ramadhan. Selama kegiatan berlangsung, para siswa mendapatkan berbagai tambahan wawasan keagamaan melalui kajian seperti pentingnya menuntut ilmu, shadaqah, pembahasan kitab Nashaihul ‘Ibad, serta amaliah Ramadhan.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 dengan kegiatan MID Seemeter II yang dilanjutkan dengan program Pesantren Ramadhan hingga pukul 11.30. Setelah itu para siswa melaksanakan Shalat Jumat berjamaah. Usai shalat, mereka kembali ke kelas untuk menata barang bawaan sebagai persiapan mengikuti kegiatan MABIT hingga keesokan harinya.
Pada siang hari para siswa diberi waktu untuk beristirahat dan tidur siang hingga pukul 14.00. Setelah itu kegiatan pembukaan MABIT dilaksanakan dan dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah, Dr. Sri Lestari, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih diri untuk menjaga sikap, ucapan, dan emosi. Para siswa juga diingatkan untuk menjaga ketertiban, mengurangi banyak berbicara, serta fokus mendengarkan materi yang disampaikan oleh para ustadz dan ustadzah. Selain itu, beliau berpesan agar siswa meluruskan niat, mengikuti jadwal kegiatan dengan disiplin, serta mematuhi arahan guru agar tujuan MABIT dalam meningkatkan iman dan takwa dapat tercapai.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Shalat Asar berjamaah dan kultum oleh Ustadz Ahmad Syaiku mengenai pentingnya bersedekah di bulan Ramadhan. Menjelang sore para siswa beristirahat dan mandi, kemudian mengikuti kajian kitab Nashaihul ‘Ibad yang berisi berbagai nasihat kehidupan dalam Islam. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pembagian sekitar 200 porsi takjil sebagai bentuk kepedulian dan berbagi keberkahan di bulan suci Ramadhan.
Saat waktu berbuka tiba, para siswa berbuka puasa bersama dengan minuman dan makanan ringan, dilanjutkan dengan Shalat Magrib berjamaah dan makan malam bersama dalam suasana kebersamaan yang hangat. Setelah itu mereka melaksanakan Shalat Isya, Tarawih, dan Witir berjamaah.
Pada malam hari kegiatan dilanjutkan dengan Kajian Ramadhan bersama IKAMABA Masjid Baiturrahman. Kak Fawwaz dan Kak Rani menyampaikan materi tentang remaja sebagai generasi calon pemimpin masa depan. Para siswa diajak untuk menjadikan Nabi Muhammad sebagai teladan dalam bersikap serta menjadikan Al-Qur’an dan hadis sebagai pedoman hidup agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia.
Menjelang malam para siswa juga mendapat waktu kunjungan dari orang tua sebelum beristirahat. Pada dini hari mereka melaksanakan Shalat Tasbih berjamaah, dilanjutkan mujahadah, sahur bersama, Shalat Subuh, serta kuliah subuh yang disampaikan oleh Ustadzah Nurul. Dalam pesannya, beliau menyampaikan bahwa keberhasilan puasa dapat terlihat dari sikap sehari-hari, seperti disiplin memanfaatkan waktu, bertutur kata baik, serta gemar membaca Al-Qur’an.
Keesokan paginya kegiatan ditutup dengan jalan sehat bersama di kawasan Simpang Lima dan dilanjutkan dengan acara penutupan Pesantren Ramadhan yang juga diisi dengan santunan dari program Tabungan Surga. Para siswa tampak sangat antusias dan bahagia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MABIT. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin, religius, serta memiliki kepedulian sosial terhadap sesama.







0 Comments