SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang kembali menorehkan prestasi dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Semarang Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 15 September 2026, bertempat di SD Marsudirini Jl. Pemuda No.157, Sekayu, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, mulai pukul 07.30 hingga 13.00 WIB.

      Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) merupakan kegiatan yang menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengenal, mengembangkan, dan melestarikan bahasa serta budaya daerah. Pada jenjang sekolah dasar, FTBI menghadirkan berbagai cabang lomba yang berkaitan dengan keterampilan berbahasa dan bersastra Jawa. Di tingkat Kecamatan Semarang Tengah, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dalam menulis Aksara Jawa, ndongeng (bercerita), sesorah (berpidato), nulis cerkak (menulis), membaca geguritan (puisi), nembang macapat, ndhagel ijen (komedi tunggal).

      Dalam pelaksanaan FTBI tahun 2026 tersebut, siswa-siswi SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 berhasil meraih lima kejuaraan cabang lomba. Prestasi pertama diraih oleh Rumi Elmidha Janitra yang memperoleh nilai 289 dan menjadi Juara I cabang Berpidato (Sesorah). Pada cabang Menulis Cerkak (Nulis Cerkak), Ansel Govind Hafidz Safaraz meraih Juara I dengan nilai 275. Chandra Praditya Adi Nayottama pada cabang Membaca Geguritan memperoleh nilai 261 dan menempati peringkat pertama. Sementara itu, pada cabang Nembang Macapat, Muhammad Alvaro Azzamy Murdiyanto berhasil meraih Juara I dengan nilai 568.

      Pada cabang Komedi Tunggal (Ndhagel Ijen), Tsania Aqila juga berhasil menempati peringkat kedua dengan nilai 293. Dengan demikian, SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 berhasil mengoleksi empat Juara I dan satu Juara II dari tujuh cabang lomba yang diikuti dalam FTBI tingkat Kecamatan Semarang Tengah.

      Di balik keberhasilan para peserta didik dalam FTBI, terdapat proses latihan, arahan, dan pendampingan yang dilakukan dengan penuh ketekunan oleh para guru pembimbing. Ika Muharini, S.Pd., M.Pd. pembimbing cabang Geguritan, Imroah, S.Pd. pembimbing Sesorah, Mr. Sunoto pembimbing Nembang Macapat sekaligus Nulis Aksara Jawa, Siti Nurkumaidah, S.Pd.I. pembimbing Nulis Cerkak, Wahyu Abaskoro, S.Pd. pembimbing Ndhagel Ijen, serta Umniyyatul Makmuroh, M.Pd. pembimbing cabang Mendongeng. Ketekunan para guru dalam mendampingi proses latihan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi perlombaan. Setiap latihan menjadi kesempatan bagi para siswa untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan semakin percaya diri dalam menampilkan keterampilan berbahasa dan bersastra Jawa.

      Keberhasilan tersebut juga menjadi langkah berikutnya bagi para peraih Juara I. Sesuai ketentuan pelaksanaan FTBI, Juara I dari setiap cabang lomba akan melanjutkan ke kompetisi pada tingkat Kota Semarang.

      Melalui FTBI, kemampuan peserta didik dalam berbahasa dan bersastra Jawa sekaligus memperoleh ruang untuk berkembang. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan dan menjaga keberlangsungan bahasa serta budaya daerah melalui generasi muda di lingkungan sekolah


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *