
Mahasiswa Naruto University of Education Jepang Kunjungi SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang
Suasana berbeda hadir di SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang pada Kamis, 03 September 2026. Sebanyak 10 mahasiswa dan dosen dari Naruto University of Education, Jepang, bersama lima dosen Universitas Negeri Semarang (UNNES), hadir dalam rangkaian kegiatan pertukaran budaya Indonesia dan Jepang melalui program Natural Scientific Camp (NSC) Season 3 Tahun 2026. Rombongan tiba di sekolah pada pukul 08.00 dan mengikuti kegiatan hingga pukul 09.30.
Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang melalui program Natural Scientific Camp. Rangkaian program berlangsung selama lima hari di Kota Semarang, mulai 1 hingga 5 September 2026. Salah satu agenda dalam rangkaian tersebut adalah kunjungan ke SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa Jepang sekaligus memperkenalkan budaya Jepang kepada para siswa.
Naruto University of Education atau 鳴門教育大学 (Naruto University of Education) merupakan perguruan tinggi negeri di Kota Naruto, Prefektur Tokushima, Jepang. Universitas ini berfokus pada bidang pendidikan dan memiliki program pendidikan bagi calon guru serta pendidikan pascasarjana. Universitas tersebut berdiri pada 1 Oktober 1981 dan mengembangkan pendidikan, penelitian, serta praktik kependidikan. Dalam kegiatan internasionalnya, Naruto University of Education juga memiliki kerja sama pertukaran dengan sejumlah universitas di berbagai negara.
Kunjungan ke SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 diawali dengan penyambutan rombongan di halaman sekolah. Kepala sekolah, Dr. Sri Lestari, S.Pd., M.Pd., menyambut kedatangan para dosen, mahasiswa Naruto University of Education, serta tim pendamping dari UNNES. Para siswa turut menyambut rombongan melalui rangkaian pertunjukan budaya yang telah disiapkan.
Pembawa acara membuka kegiatan dengan salam dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang. Sapaan “Ohayō gozaimasu” yang berarti “selamat pagi” dan “Minasan, konnichiwa” yang berarti “halo semuanya” digunakan dalam penyambutan. Para siswa kemudian memperkenalkan berbagai unsur budaya Indonesia kepada para tamu dari Jepang.
Rangkaian pertunjukan diawali dengan penampilan lagu Jepang Donburi Korokoro oleh siswa kelas VI. Para siswa menyanyikan lagu tersebut di hadapan rombongan Naruto University of Education. Setelah penampilan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan budaya Semarang melalui Tari Dug Dug Der Semarang.
Tari Dug Dug Der merupakan salah satu kesenian yang berkaitan dengan tradisi Dugderan di Kota Semarang. Pada 2026, Pemerintah Kota Semarang juga memperkenalkan Tari Dug Dug Der sebagai karya seni yang terinspirasi dari tradisi tersebut. Dalam kegiatan tersebut, para siswa menampilkan gerakan tari dengan iringan yang menggambarkan salah satu bagian dari budaya masyarakat Semarang. Pertunjukan ini menjadi bagian dari pengenalan budaya daerah kepada mahasiswa dan dosen dari Jepang.
Setelah pertunjukan tari, siswa menampilkan permainan tradisional egrang bathok, holahop, dan bakiak. Beberapa siswa memperagakan cara menggunakan alat permainan tersebut yang kemudia mahasiswa Universitas Naruto juga ikut bermain. Kegiatan ini memperkenalkan permainan tradisional Indonesia yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi gerak.
Usai rangkaian pertunjukan di halaman sekolah, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama. Mahasiswa dan dosen dari Naruto University of Education, tim UNNES, kepala sekolah, guru, serta siswa berfoto bersama sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan pertukaran budaya.
Kegiatan kemudian berpindah ke ruang kelas. Para mahasiswa dan dosen dari Jepang mengikuti sejumlah kegiatan yang melibatkan siswa. Siswa memperkenalkan berbagai bentuk budaya Jawa dan Semarang melalui penampilan tim Edutrip, geguritan, permainan tradisional dakon. Siswa kelas V juga memperkenalkan berbagai makanan tradisional Jawa kepada para tamu.
Pada sesi berikutnya, mahasiswa dan dosen Naruto University of Education memperkenalkan budaya Jepang kepada siswa. Peserta duduk membentuk lingkaran dan mengikuti kegiatan bersama yang dipandu oleh rombongan Jepang. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah membuat origami pesawat, yaitu melipat kertas menjadi bentuk pesawat. Siswa mengikuti langkah-langkah yang diperagakan oleh mahasiswa Jepang secara langsung.
Pertukaran budaya berlangsung melalui interaksi antara siswa, mahasiswa, dan dosen. Siswa memperkenalkan kesenian, permainan, bahasa, dan makanan tradisional Indonesia, sedangkan mahasiswa Naruto University of Education memperkenalkan salah satu kegiatan budaya Jepang melalui origami dan aktivitas bersama di dalam kelas.
Dalam sambutannya, perwakilan Naruto University of Education, Satoshi Kusaka (Professor (Associate)), menyampaikan apresiasi dan kekaguman atas rangkaian penyambutan dan pertunjukan siswa. Ia menyampaikan bahwa penampilan menyanyi dan menari serta keterlibatan siswa menjadi bagian yang sangat seru. Ia juga menyampaikan harapan agar hubungan antara kedua institusi dapat dilanjutkan melalui kegiatan pertukaran budaya dan kunjungan pada masa mendatang, termasuk kemungkinan kunjungan SD Isriati ke Naruto University of Education di Jepang.
Para mahasiswa Naruto University of Education juga turut menyampaikan kesan yang sangat positif, mereka sangat bersemangat dan senang karena siswa-siswi sangat suka diajak untuk berpartisipasi saat pihaknya memperkenalkan budaya Jepang. Mereka dibuat sangat takjub dengan penampilan lagu dan tarian tradisional yang dibawakan oleh siswa SD Isriati 1.
Sementara itu, Arif Widiyatmoko selaku perwakilan dari UNNES menyampaikan bahwa kerja sama dalam kegiatan tersebut kedepannya dapat dilanjutkan melalui berbagai bentuk kolaborasi. SD Hj. Isriati juga diharap bisa melakukukan kunjungan ke Naruto University of Education di Jepang untuk melanjutkan kegiatan pertukaran budaya Indonesia dan Jepang.
Kegiatan kunjungan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Natural Scientific Camp (NSC) Season 3 Tahun 2026 yang mempertemukan unsur pendidikan, sains, pertukaran budaya, dan STREAM. Kehadiran mahasiswa dan dosen Naruto University of Education bersama UNNES memberikan ruang interaksi langsung antara siswa sekolah dasar dengan mahasiswa dari Jepang.






0 Comments